Indonesian Football_Baccarat official website_Real Money Gambling Site

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Satu-satunya cara untuk menang melawan baccarat

“SRouRoulette Chartlette Chartayang, kaRoulette Chartmu Roulette Chartdi mana sih??!! Ban motor aku bocor di jalan, kamu malah nggak ada kabar. Dasar, mau senengnya aja tapi nggak mau susahnya. Aku benci kamu!”

Mungkin, begitu mendewakan istilah ‘Ladies First’ adalah hal sederhana bagimu. Melihat hampir semua perempuan bersikap demikian, malah membuatmu makin menjadi. Pada kondisi tertentu, tidak ada yang salah kalau perempuan tua atau sakit yang didahulukan, bukan kamu yang sehat dan mampu berjalan normal berkoar-koar demi sebuah kepentingan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emansipasi adalah sejumlah usaha untuk mendapat atau meraih persamaan hak, derajat serta pembebasan dari perbudakan dalam segala aspek kehidupan di masyarakat. Sama halnya dengan emansipasi wanita, saat wanita berhak meraih hak-haknya dalam masyarakat, termasuk pendidikan dan pekerjaan. Ini disimpulkan dari era Kartini di mana wanita benar-benar tidak boleh menjalankan kehidupan normal serta meraih cita-cita.

Sebagai perempuan, merawat dan mencerdaskan diri sudah tentu jadi salah satu prioritas utama. Entah untuk alasan kebutuhan atau sekadar keinginan, kodrat wanita sebagai sosok yang detail telah menjadi rahasia umum. Tanpa harus berjuang mati-matian, perempuan sebenarnya bisa tampil cantik kapan saja jika diimbangi dengan tata krama serta tingkah laku yang santun nan terpuji.

“Dia tega nyakitin aku, padahal aku cuma pulang malam tanpa pamit sebelumnya. Dia juga mengancam mau ninggalin aku, padahal aku cuma SMS-an sama mantan yang berkali-kali ngajak balikan. Aku nggak mau disakitin gini!”

“Takdirmu boleh saja menjadi wanita cantik sekaligus cerdas. Tapi takkan menjadi apa-apa jika kamu tidak mengimbanginya dengan tingkah dan polah yang bersahaja.”

Kini, mari kita membuka mata tentang makna ‘emansipasi’ yang sesungguhnya, jangan cuma mengejar gengsi apalagi sensasi. Perempuan memang berhak berada sejajar dengan lelaki, tapi jangan sekali-kali asal menggunakan istilah ini…

Kalau kamu menganggap emansipasi sebagai upaya peningkatan derajat wanita dan menjatuhkan kaum pria, itu kurang tepat. Bukannya emansipasi, sikap semacam ini justru menunjukkan balas dendam kepada pria-pria yang telah merenggut kebebasan wanita zaman dulu. Jangan salah arti, emansipasi wanita tidak semudah dan serendah itu.

“Mulianya Ibu Kartini. Cita-cita dan keinginanya yang tinggi, telah membuat hak-hak perempuan bisa terealisasi. Bukan untuk menandingi lelaki, tapi bagaimana ia memanfaatkan kepintaran dan kecerdasannya demi menata masa depan yang hakiki.”

Mengenang Kartini, layaknya kembali pada masa lalu di mana kaum perempuan masih belum ada apa-apanya dibanding lelaki. Segala hal yang berbau perempuan, dianggap remeh dan diacungi jempol terbalik, meski mereka telah mengusahakan yang terbaik. Entah paradigma macam apa yang telah terbentuk, sehingga kaum perempuan merasa sepanjang hidupnya seperti dikutuk. Untungnya, anggapan sepele mengenai perempuan mulai terkikis seiring perkembangan zaman dan kesadaran masing-masing orang.

“Aku aku cewek, takut kalau beli makan sendirian. Kamu jangan sibuk kerja terus dong, temenin aku makan.”

Definisi emansipasi wanita seringkali kamu salah artikan sebagai sebuah status yang berhak mendapatkan segala hal, meski harus mengorbankan hal lain. Pacarmu boleh saja perhatian, tapi tak lantas kamu manfaatkan sebagai ‘pesuruh’ setia dua puluh empat jam.

“Eh, Mas. Harusnya aku dulu dong yang dapat antrian makan, bukan kamu. Sadar dong, aku ‘kan perempuan.”

jangan aji mumpung gara-gara emansipasi via guysgab.com

Apa yang ada dipikiranmu, ketika ada seorang perempuan merasa dirinya lemah sehingga tidak layak untuk disakiti. Tanpa berkaca sebelumnya bahwa dia belum berbenah diri, banyak perempuan yang dengan lantang memplokamirkan emansipasi sebagai alasannya.

Jasa-jasa Kartini memang tak ada duanya bagi kaum perempuan. Berkat keberaniannya, hak-hak kaum hawa untuk bersekolah, bekerja dan meraih cita-cita terbuka lebar demi sejajar dengan laki-kali dan tidak direndahkan lagi. Meski begitu, tidak ada dalam pesan Kartini yang menyebutkan bahwa perempuan berhak meremehkan kemampuan laki-laki, jika tingkat pendidikan dan jabatannya lebih rendah.