Dukung Pelaku Kuliner Indonesia di Afrika Selatan, KBRI Pretoria Adakan「Formal betting platform」 Seminar Kuliner

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Satu-satunya cara untuk menang melawan baccarat

FormFormal betting platformal betting platformilustrFormal betting platformasi rendanFormal bettinFormal betting platformg platformg daging sapi khas Minang.

Sementara itu, Sukini Muller yang sudah menjalani usaha kuliner Indonesia di Durban, Afrika Selatan juga membagikan pengalamannya.

Menurut Sukini, penduduk Durban memberikan respon positif dan kerap kali kangen pada makanan Indonesia buatannya khususnya nasi goreng, sambal, dan sate.

KOMPAS.com - KBRI Pretoria di Afrika Selatan menyelenggarakan seminar online bersama pelaku usaha makanan Indonesia di Afrika Selatan sebagai bentuk dukungan kepada mereka.

Yesi Effendi menyampaikan betapa pentingnya keaktifan di media sosial, acara sosial, dan pemberian diskon sebagai strategi pemasaran.

Baca juga: Profil William Wongso, Diplomat Rendang yang Jadi Mentor Gordon Ramsay

Menurutnya, pelaku kuliner di sana bisa mengoptimalkan bahan yang ada di Afrika untuk masakan Indonesia.

Sementara itu, melalui seminar online ini diharapkan bertambah lagi warga Indonesia yang membuka usaha kuliner Nusantara. Sehingga Indonesia pun dikenal dari ragam kulinernya.

Echi yang juga blogger, juga berusaha menginspirasi para warga untuk mulai melakukan usaha online. Pasalnya, usaha ini cenderung praktis dan tak memerlukan banyak modal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Tips Mulai Bisnis Kuliner pada Masa Pandemi dari Chef Arnold

Selanjutnya, 'diplomat' rendang, William Wongso, menyampaikan bahwa diaspora Indonesia yang membuka usaha kuliner di luar negeri adalah pahlawan.

Ilustrasi nasi goreng khas Indonesia.

Melansir rilis yang diunggah pada situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, pada acara bertajuk “Bincang Santai Berbagi Pengalaman Mengembangkan Kuliner Indonesia di Afrika Selatan" itu, para pakar menyampaikan beragam poin penting terkait dunia kuliner.

Acara yang berlangsung pada 25 Juni 2020 diikuti juga oleh pakar kuliner, di antaranya William Wongso, Echi Ismail dari sekolah Lemongrass Halllife, Yesi Effendi dri Bali Food Truck, dan Sukini Muller dari Indonesian Food Pop Up Kitchen.

Pasalnya, memulai usaha kuliner Indonesia di dalam negeri saja tak mudah, apalagi di luar negeri. Ia pun membagikan sejumlah trik dan tips menyiasati kelangkaan bumbu masakan khas Indonesia di Afrika. 

Echi Ismail yang memiliki sekolah kuliner Indonesia di Afrika Selatan pun menyampaikan pengalamannya. Ia rutin mengadakan cooking class virtual 2 kali seminggu.